g WahKorea.com

Rabu, 16 November 2022

Ekonomi Hijau dalam Kerjasama Korea Selatan dan ASEAN

Dimulai pada November 1989, hubungan dialog sektoral antara Korea Selatan dan ASEAN terjadi untuk pertama kalinya. Sebagai negara terbesar, Indonesia turut berperan penting memfasilitasi hal tersebut. Saat itu, organisasi ASEAN diketuai oleh Ali Alatas selaku menteri luar negeri Indonesia. 

Terciptanya hubungan diplomatik tersebut, mewujudkan hubungan kerjasama antar negara yang lebih luas. Pada awalnya, kerjasama terjalin hanya pada bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Lalu diharapkan akan berlanjut ke bidang-bidang lainnya.



Seiring dengan pertumbuhan ekonomi di kedua negara, hubungan dialog sektoral terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Sejak saat itu, sudah ada beberapa pertemuan yang membahas agenda kerjasama antara Korea Selatan dan ASEAN. Relasi antar keduanya terjalin dengan cukup intens. Bukti bahwa hubungan keduanya berjalan dengan baik.

30 Tahun Persahabatan ASEAN - Korea Selatan

Pertemuan terakhir bertajuk ASEAN-ROK Commemorative Summit. Sebagai perayaan atas 30 tahun persahabatan Korea Selatan dan negara-negara ASEAN. Berlangsung pada 26 November 2019. Agenda tersebut menghasilkan deklarasi rencana ASEAN-Korea Selatan untuk mengimplementasikan visi perdamaian, kemakmuran dan kerjasama antara dua belah pihak. 

Dalam poin-poinnya, Korea Selatan dan ASEAN berkerjasama dalam bidang yang jauh lebih komprehensif. Utamanya dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Perwujudan tersebut dalam rangka memenuhi visi misi ASEAN 2025 Maju Bersama. Poin kerjasama ini akan berangsur diimplementasikan dalam empat tahun. Mulai dari tahun 2021 hingga 2025. 

Hingga sekarang, itu artinya sudah memasuki tahun ketiga implementasi kerjasama Korea dan ASEAN.  Di Indonesia sendiri sudah ada banyak kerjasama yang berhasil diterapkan. Pasca pandemi ini, seperti dilansir oleh Kemenlu, Indonesia memprioritaskan pendekatan kerjasama khususnya di bidang ekonomi hijau. Untuk itu dibentuklah sebuah lembaga ASEAN Catalytic Green Finance Facility (ACGF).

Ekonomi Hijau dalam Kerjasama Korea Selatan dan ASEAN 

ACGF dibentuk pada April 2019 untuk mempercepat investasi terhadap pembangunan infrastruktur ramah lingkungan di wilayah ASEAN. Investasi sejumlah 1,4 miliar dollar AS untuk proyek ini berasal dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Korea Selatan menjadi negara terakhir yang berinvestasi untuk proyek ini sejumlah 335 juta dollar.

Ditargetkan dari berbagai proyek hijau yang dijalankan oleh ACGF, dapat mengurangi sekitar 73.000 ton karbon dioksida per tahun. Ada 3 prinsip utama yang diusung ACGF yaitu :

1. sebagai katalisator alias penghubung untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hijau dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah dan lembaga terkait.

2. mendukung dan aktif berkontribusi untuk memaksimalkan lingkungan yang berkelanjutan dan perubahan iklim.

3. Memfasilitasi dari segi finansial membantu pemerintah dalam mengelola setiap dana investasi untuk proyek berbasis lingkungan.

Contoh Implementasi Ekonomi Hijau ACFG di Negara-Negara ASEAN

Saat ini sudah banyak infrastruktur ekonomi hijau yang dikembangkan oleh ACFG di negara-negara ASEAN. Di Kamboja misalnya terdapat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yang mulai dibangun sejak Juli 2016. Ini merupakan fasilitas PLTS pertama yang dimiliki oleh negara Kamboja. (Asian Development Bank, 2020).




Lain lagi dengan Filipina. Mereka mengembangkan teknologi transportasi becak listrik. Program ini dibuat untuk menggantikan 100.000 becak bensin di negara tersebut. (Asian Development Bank, 2021).

Berbagai langkah demi langkah yang diterapkan oleh negara maju seperti Korea Selatan untuk kemajuan lingkungan yang berkelanjutan harus kita dukung bersama. Harapannya keadaan bumi makin baik lagi di masa depan. 



Minggu, 13 November 2022

8 Pasar Tradisional Unik di Korea Selatan Wajib Dikunjungi Turis

Korea Selatan merupakan salah satu negara di Asia yang menjadi destinasi tujuan untuk berlibur. 

Tidak hanya pemandangan yang indah, Korea Selatan juga memiliki sederet wisata yang tak boleh dilewatkan. 


Pasar Tradisional Unik di Korea Selatan Wajib Dikunjungi Turis


Mulai dari wisata kuliner, budaya, alam hingga mengunjungi pasar tradisional Korea Selatan yang banyak menyita perhatian para wisatawan.

Pasar tradisional ini tidak hanya mengenalkan budaya Korea Selatan, akan tetapi juga menjual sederet kerajinan yang unik. 

Jangan khawatir, karena pasar Korea ini memasang harga yang tidak mahal, lho. Sangat cocok untuk dompet Sobat selaku pelancong di negeri orang.


8 Pasar Unik Korea Selatan yang Tidak Boleh Dilewatkan


Pasar unik Korea Selatan menawarkan wisata belanja yang menyenangkan. Pasar-pasar ini didesain dengan sangat indah. 

Pasar ini tentunya terjaga kebersihannya juga, sehingga Sobat akan betah berada di sini. Selain itu, Sobat juga bisa membawa berbagai hasil pasar sebagai buah tangan.

Sudah tidak sabar untuk mengunjunginya? Inilah 8 pasar tradisional Korea yang banyak dikunjungi wisatawan.


1. Tongin Market


Perang Korea membawa dampak signifikan terhadap perkembangan wilayah Seochon, terutama pertumbuhan toko-toko yang kian menjamur. 

Pertokoan ini kemudian menjelma menjadi pasar yang sibuk dan kini disebut sebagai Pasar Tongin. 

Hingga saat ini diperkirakan sudah ada lebih dari 80 toko dan kios di tempat ini. Sebagian besar di pasar ini yakni para penjual kuliner khas Korea. Uniknya pasar ini yakni adanya Cafe Dosirak. 


Tongin Market


Di Cafe Dosirak, Sobat dapat membeli kotak makan siang dan 10 yeopjeons (mata uang Korea yang lama) seharga 5.000 won. 

Dengan uang ini Sobat dapat membeli makanan di Tongin Market untuk mengisi kotak bekal tadi. Cukup unik untuk dicoba, bukan?

Sobat juga bisa mengunjungi wisata terdekat di sekitar Tongin Market seperti Istana Gyeongbokgung, Gwanghwamun Gate, dan Samcheongdong-gil Road.


2. Namdaemun Market


Pasar Namdaemun termasuk salah satu pasar tertua di Korea Selatan dengan umur lebih dari 600 tahun. 

Pasar ini menawarkan lebih dari 1.700 barang dagangan yang bisa Sobat jadikan buah tangan khas Korea seperti tembikar, pakaian, aksesori, peralatan dapur, dan kerajinan khas daerah.


Namdaemun Market

Karena banyaknya penjual kerajinan tangan di sini, Namdaemun Market menjadi salah satu pasar kerajinan terbaik di Korea Selatan. 

Perut keroncongan saat berkelimpahan? Nah, Sobat bisa mencicipi kuliner khas pasar ini seperti guksu (mie), jokbal (trotters babi) dan galchi jorim (ikan rebus).

Sobat juga bisa melipir ke wisata di dekat Namdaemun Market, seperti Myeong-dong, Deoksugung Palace, dan Gwanghwamun Gate. Cukup menyenangkan, bukan?


3. Gwangjang Market


Gwangjang Market merupakan pasar pertama yang berdiri di Korea Selatan tepatnya pada tahun 1905. 

Gwangjang Market menjadi tempat yang pas untuk berburu berbagai makanan khas Korea Selatan. Kios di pasar ini didominasi oleh para penjual makanan.


Gwangjang Market


Menariknya, ketika berkunjung ke tempat ini tidak ada kios yang sepi, semua kios kuliner dipenuhi oleh orang yang sedang mengantri makanan. 

Jadi usahakan datang lebih awal agar Sobat tak kehabisan berbagai makanan lezat, ya. 

Di pasar ini Sobat akan menjumpai makanan Korea Selatan yang cukup ikonik seperti bindaetteok (pancake kacang hijau), gimbap, bibimbap, dan sundae. Tertarik mencobanya?


4. Noryangjin Fisheries Wholesale Market


Bagi Sobat pecinta ikan, maka wajib banget berkunjung ke Pasar Noryangjin yang sudah ada sejak 90 tahun lalu. 

Pasalya, pasar ini menjual berbagai ikan dan makanan laut segar yang sangat lengkap. 

Menariknya, Sobat juga bisa langsung mencicipi ikan yang dibeli dengan mengunjungi restoran bagian atas untuk membantu memasaknya.


Noryangjin Fisheries Wholesale Market


Tidak perlu khawatir, pasar ini buka selama 24 jam, lho. Pagi hari biasanya penjual sudah melakukan lelang ikan secara grosir dan sudah mulai dipenuhi oleh pembeli. 

Tertarik untuk berkunjung? Sobat bisa menaiki kereta ke tempat ini. Pasalnya, pasar ini terhubung dengan Stasiun Noryangjin (Seoul Subway Line 1 dan 9).


5. Garak Market


Pasar unik Korea Selatan berikutnya yakni Garak Market. Garak Market merupakan pasar grosir pertama di Korea Selatan yang berdiri sejak 1985. 

Garak Market merupakan kompleks pasar terbesar yang kemudian dibagi menjadi beberapa bagian. 


Garak Market


Bagi Sobat yang ingin mengunjungi Garak Market, ada baiknya untuk mempelajari peta pasar terlebih dahulu. Pasalnya, Garak Market sangat luas sekali. 

Pasar ini juga sudah menentukan harga standard untuk sayuran dan makanan laut sebelum didistribusikan sehingga persaingan antar penjual disini cukup sehat. 


6. Gyeongdong Market


Pasar Gyeongdong mempunyai lebih dari 1.000 kios yang menjual obat-obatan tradisional, rempah-rempah, dan obat-obatan racikan sendiri. 

Pasar ini terletak di Dongdaemun, aneka obat-obatan tradisional ini dibanderol dengan harga terjangkau.


Gyeongdong Market


Aroma herbal akan menyambut kedatangan Sobat saat memasuki pasar ini. Ikon paling populer di sini yakni ginseng merah.

Orang-orang biasa mengonsumsi ginseng merah untuk memulihkan energi, meningkatkan tekanan darah. Selain itu juga ada bunga krisan yang diseduh untuk membuat minuman menyegarkan.


7. Yongsan Electronics Market


Surganya belanja elektronik ada di Yongsan Electronics Market. Ini adalah mall grosir dengan lebih dari 3.000 toko elektronik. 

Sobat dapat menemukan berbagai macam gadget, peralatan kantor, kamera digital, komputer, video game, dan DVD. 


Yongsan Electronics Market


Sobat juga dapat menguji kemampuan tawar-menawar dan mendapatkan harga terbaik untuk produk pilihan Sobat. 

Harga di sini lebih murah 15% hingga 30% daripada kebanyakan toko ritel di Seoul.


8. Dongdaemun Market


Pasar Dongdaemun mempunyai lebih dari 26 pusat perbelanjaan, 30.000 toko khusus, dan 50.000 produsen. Pasar ini merupakan pusat perbelanjaan grosir dan eceran terbesar di Korea Selatan. 

da banyak sekali produk yang dijual seperti tekstil, pakaian, sepatu, dan perhiasan, hingga barang-barang kulit, mainan, elektronik, dan perlengkapan kantor.


Dongdaemun Market


Di pasar ini terdapat spot bernaman Mukja Golmok yang dikhususkan untuk streetfood khas Korea. 

Pasar ini buka hingga tengah malam dan dimeriahkan dengan perayaan, peragaan busana, pertunjukan musik hingga tari yang berlangsung sepanjang tahun.

Jadi, pasar mana dulu nih yang ingin Sobat kunjungi? Tentunya, setiap pasar memiliki keunikan masing-masing. 

Selain bisa berburu oleh-oleh khas Korea, Sobat juga bisa menikmati berbagai makanan khas Korea yang lezat, lho.

Sabtu, 05 November 2022

Lotte Department Store, Mall di Korea yang Berusia Setengah Abad

Bagi warga Jakarta, tentu sudah gak asing lagi dengan Mall Lotte Shopping Avenue yang ada di daerah Kuningan? Tahu tidak ternyata itu mall asalnya dari Korea Selatan yang lumayan legendaris. Tak cuma Jakarta, Lotte Mall juga punya cabang di 3 negara lainnya. Diantaranya Hongkong, China, Vietnam dan Korea Selatan. 


Lotte Department Store, Mall di Korea yang Berusia Setengah Abad


Di Korea Selatan sendiri, mall ini termasuk mall yang populer dan menjadi pusat perbelanjaan yang terbilang mewah. Berdiri sejak tahun 1979, mall ini kini berusia 43 tahun. Hampir mencapai angka setengah abad.

Ada banyak cabang Lotte Department Store di negeri ginseng tersebut. Lotte Department Store sendiri pusatnya ada di distrik Jung, Kota Seoul. Di kota Seoul tersebut, saat ini sudah dibuka cabang Lotte Department Store di sembilan lokasi lainnya. Saking terkenalnya, ada sekitar 34 cabang Lotte Department Store di seluruh dunia.


Lotte Department Store


Lotte Department Store merupakan anak usaha dari Lotte Group. Perusahaan tersebut didirikan oleh pengusaha konglomerat asal Korea Selatan bernama Shin Kyuk Ho. Meskipun demikian ada pula 2 cabang Lotte Department Store yang bankrut dan berganti usaha di bidang lain.

Jalan-Jalan ke Lotte Department Store Pertama di Korea Selatan

Pusat Lotte Department Store ini lokasinya berada di tengah kota. Jadi untuk bisa ke sini, pengunjung dapat menggunakan transportasi publik. Dibuka untuk pertama kalinya pada 15 November 1979. Gedung mallnya terdiri dari 14 Lantai. 

Beroperasi selama lebih kurang 12 jam setiap harınya. Lotte Department Store menawarkan pusat perbelanjaan untuk segala jenis kebutuhan rumah tangga dan fashion. Terdapat toko barang mewah pula di dalamnya. 


pusat perbelanjaan mewah di seoul

Sebagaimana mall, Lotte Department Store juga menyediakan area makan. Pengunjung yang sudah lelah berbelanja dapat langsung menuju lantai atas. Di sana kita bisa membeli makanan dan minuman khas Korea dan aneka menu lainnya di berbagai restoran yang tersedia. Jangan lupa siapkan budget lebih ya?

Pilihan Berbelanja Hemat di Sekitar Lotte Department Store

Bila ingin berbelanja hemat, tak jauh dari sana, ada pasar Namdaemun. Pasar ini boleh dibilang pasar tertua dan terbesar di Korea Selatan. Pasar Namdaemun beroperasi selama 24 jam dan menawarkan berbagai kebutuhan dengan harga yang murah meriah. Berdiri sejak era Kerajaan Korea semasa pemerintahan Raja Taejong tahun 1414. 

Ada sekitar 10.000 lebih toko dan kios yang ada di Pasar Namdaemun. Di sini juga terdapat aneka penjual kaki lima yang menjajakan kuliner dan jajanan khas Korea Selatan. Nikmati beragam jajanan seperti mandu, tteokpokki, hotteok, bungeoppang, hingga segelas kopi khas Vietnam yang menggugah selera. 



Oh ya, di pasar Namdaemun juga tersedia aneka barang antik dan produk impor dari China. Dijual pula beragam produk fashion dan kosmetik Korea tentu dengan harga yang lebih terjangkau daripada di Mall.

Tentukan Pilihan Kalian, Terserah pada Keinginan Hati!

Mau di mall atau di pasar, pilihan terserah pada kalian. Kalau saya pribadi akan memilih untuk mengunjungi keduanya. Mumpung ada di Korea, kenapa tak sekalian pergi ke mall dan pasar tertua yang ada di sana? Nikmati saja perjalanannya selama ada di negeri ginseng tersebut. 

Jangan lupa kunjungi selalu artikel di wahkorea.com untuk tahu banyak mengenai keindahan budaya dan pariwisata Korea Selatan. Ada banyak artikel yang telah diterbitkan. Sobat dapat membacanya di sini. Sampai bertemu lagi di artikel berikutnya. Salam WahKorea! 

Sumber Artikel :

VisitKorea, Agoda, Wikipedia



Senin, 31 Oktober 2022

3 Film Korea-Indonesia Tayang di Bioskop 2022

Kerjasama Indonesia-Korea ternyata tak terbatas hanya urusan sosial dan politik. Tetapi juga sudah merambah ke dunia hiburan dan film. Tahun ini pandemi berakhir. Artinya orang-orang sudah mulai bebas beraktivitas ke luar rumah. Gak heran kalau mulai banyak konser-konser artis Korea yang digelar dari awal tahun ini.


Film Korea-Indonesia Tayang di Bioskop 2022

Ternyata gak cuma itu saja, di dunia film pun tahun ini ada 3 drama Korea yang sukses diremake ke dalam film Indonesia. Pastinya pencinta drama Korea, tak ingin melewatkan filmnya di bioskop. Apa saja? Yuk simakin sampai akhir artikelnya.

Film Korea-Indonesia Tayang di Bioskop 2022 

1. My Sassy Girl

Drama lawas Korea yang satu ini diadaptasi ke dalam film bioskop oleh Falcon Pictures. Versi Indonesianya akan dibintangi oleh Jefri Nichol dan Tiara Andini. Drama berdurasi 117 menit ini tayang di bioskop pada pertengahan tahun ini. Tepatnya pada tanggal 23 Juni 2022. 

Sebagaimana drama Koreanya, film yang satu ini juga hadir dengan genre romantis. Berkisah tentang Gian dan Sisi yang tidak sengaja dipertemukan oleh takdir. Awalnya mereka berdua saling membenci, usai terlibat dalam suatu kecelakaan yang tidak terduga. 


Saat sedang dalam perjalanan pulang setelah asyik berkumpul dengan teman-temannya, Gian bertemu dengan Sisi. Sisi yang terlihat sedang mabuk, lalu tak sengaja muntah di pakaian Gian dan jatuh pingsan. Gian pun membawa Sisi ke hotel untuk bersih-bersih. Setelah membersihkan diri, Sisi yang sadar lalu menuduh Gian berbuat tidak senonoh padanya.

My Sassy Girl


Besoknya, Sisi menelepon Gian untuk mengajaknya bertemu. Sisi yang penasaran pun langsung mengonfrontasi Gian untuk bertanya apa yang terjadi di hotel. Sisi yang menangis, lantas membuat Gian iba. Rupanya mereka berdua saling jatuh hati dan resmi berpacaran saat itu juga. 

Lantas bagaimana perjalanan cinta Sisi dan Gian? Apakah kisah keduanya berakhir bahagia? Silahkan sobat menikmati sendiri film My Sassy Girl versi Indonesia ini ya.

2. Miracle in Cell Number 7


Film remake Korea berikutnya yang tayang di Indonesia adalah Miracle in Cell Number 7. Versi Koreanya sudah cukup lawas juga karena tayang pada tahun 2013 lalu. Dałam film Indonesianya, Miracle in Cell Number 7 ini dibintangi oleh Vino G. Bastian dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Film ini baru tayang pada 8 September 2022 lalu. Miracle in Cell Number 7 ini lumayan populer di Indonesia. Penayangannya mencapai 3,5 juta penonton menurut data yang dirilis CNN Indonesia. 



Kisah bergenre keluarga ini mengangkat kehidupan yang dialami Dodo Rozak yang seorang disabilitas intelektual. Dodo yang seorang penjual balon dituduh memperkosa dan membunuh anak pelanggannya sendiri. Padahal kejadiannya tidak seperti itu. Melati, nama dari sang anak tersebut meninggalnya karena kecelakaan motor. 

Miracle in Cell No. 7

Dodo pun masuk penjara karena hal tersebut. Tak dinyana ternyata di penjara, Dodo bertemu teman-teman yang baik dan memperjuangkan keadilan untuknya. Berhasilkah Dodo bebas dari penjara? Tonton sendiri ya filmnya.

3. Hello Ghost

Hello Ghost versi Indonesia rencananya akan tayang di bioskop pada 20 Oktober 2022. Kali ini disutradarai oleh Indra Gunawan. Versi Indonesianya akan dibintangi oleh Onadio Leonardo, Enzy Storia, dan Indro Warkop.

Pada versi Koreanya, Hello Ghost tayang pada tahun 2010 silam. Tentunya pada versi Indonesianya, film akan digarap dengan lebih modern. Kisahnya mengangkat cerita tentang Kresna yang mengalami kejadian mistis setelah ia gagal bunuh diri.



Awalnya Kresna merasa kesal dan takut. Ia dibuntuti oleh sosok-sosok tak kasat mata yang membuat dirinya beranggapan bahwa pikirannya sudah tak waras. Tanpa Kresna tahu, ternyata para hantu yang dilihatnya tersebut adalah hantu keluarganya sendiri yang berusaha menyemangatinya.

Hello Ghost


Bagaimana aksi para hantu tersebut untuk memotivasi Kresna? Yang pasti, film versi Koreanya sudah sangat kocak dan seru. Gak sabar mau liat yang film remake Indonesianya. 

Minggu, 30 Oktober 2022

Mengenal 8 Distrik Utama yang Ada di Kota Seoul

Kota Seoul adalah ibukota negara Korea Selatan. Sejarah kota ini sangat panjang, dikarenakan sudah menjadi ibukota resmi Korea Selatan sejak abad ke-14. 

Awalnya Kota Seoul dinamakan Hanseong. Kota terbesar di Korea Selatan ini dulunya menjadi ibukota dari Dinasti Joseon. 

Nama Hanseong lalu diubah pada zaman kependudukan Jepang. Berubah menjadi kota Gyeongsong. Biarpun berubah, namun kota tersebut tetap menjadi ibukota Korea Selatan.



Pada tahun 1945, setelah Korea Selatan merdeka dari penjajahan Jepang. Kota Gyeonsong baru berubah nama menjadi Kota Seoul hingga sekarang.

Saat ini kota Seoul berkembang menjadi pusat peradaban budaya Korea Selatan yang maju. Pembangunan besar-besaran dilakukan. 

Sejumlah fasilitas transportasi modern didirikan untuk kepentingan rakyat. Namun tidak meninggalkan ciri budaya tradisional asli milik Korea Selatan.  


8 Distrik Utama yang Ada di Kota Seoul, Korea Selatan


Kota Seoul terbagi atas 25 wilayah distrik yang luasnya berbeda-beda. Total populasi mencapai 9,49 juta pada tahun 2022. Luas wilayahnya sekitar 605,2 km. Menjadikan kota ini juga kota terpadat di Korea Selatan.

Dari sekian banyak distrik yang membagi kota Seoul, ada 8 distrik utama yang menjadi destinasi favorit untuk wisatawan. Kedelapan wilayah distrik tersebut terbagi menjadi dua wilayah, ulu dan ilir yang bersisian dengan Sungai Han.


Daerah Utara Sungai Han


1. Distrik Jongno


Distrik Jongno boleh dibilang sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan yang ada di Seoul. Di sini berdiri tiga dari lima kerajaan di Korea Selatan yaitu istana Gyeongbokgung, Changdeokgung, dan Changgyeogung. 


Jongno


Daerah Jongno disebut juga jalan bel dalam Bahasa Korea. Di sini juga dibangun desa Bukcheon yang letaknya dekat dengan pusat barang antik pasar Insadong. 

2. Distrik Jung


Distrik Jung dalam Bahasa Korea berarti distrik yang terdapat di pusat kota Seoul. Sama seperti distrik Jomgno, di distrik Jung juga terdapat banyak bangunan bersejarah bekas peninggalan penjajahan Jepang. 


Jung


Di daerah Jung ini terdapat pasar Myeongdong yang terkenal dengan pusat perbelanjaan kaum elit. Di lokasi ini berdiri
Seoul Tower dan pasar Namdaemun. 

3. Distrik Seodaemun/Mapo


Tak hanya menjadi distrik pelajar di mana banyak berdiri Universitas di dalamnya, Seodaemun juga terkenal dengan wilayah Sincheon yang erat dengan kehidupan malam. 


Seodaemun Mapo


Di sini juga ada Hongdae yang terkenal dengan lokasi tempat diadakan konser-konser artis jalanan dan band indie asal Korea Selatan.  

4. Distrik Yosan


Namanya memang mirip dengan nama permen anak-anak di Indonesia. Tetapi sesungguhnya distrik Yosan terkenal dengan kawasan militer dan pusat belanja barang elektronik. 


Yosan


Di sini ada daerah Itaewon, yang dikenal sebagai pusat komunitas muslim, di mana beragam restoran halal dan masjid terbesar di Korea, Seoul Center Mosque juga dibangun. 

Daerah Selatan Sungai Han


1. Distrik Gangnam


Daerah Gangnam identik dengan kawasan elit di Kota Seoul, Korea Selatan. Di sini dibangun COEX Mall dan Hyundai Department Store. 


Gangnam


Kawasan Gangnam pula, banyak sekali terdapat gedung-gedung dan apartemen pencakar langit. Gak heran kalau daerah ini dijadikan judul lagu oleh Psy yang liriknya mengandung unsur sosial. 

2. Distrik Songpa


Tak seperti wilayah lain, distrik Songpa terkenal dengan pusat taman hiburan di Seoul. Di sini ada Lotte World dan Olympic Park. 


Songpa


Lotte World terkenal dengan taman hiburan terbesar dan termegah di Korea Selatan. Ada permainan seluncur yang didapuk sebagai yang terbesar di dunia.

3. Distrik Yeouido


Berikutnya adalah distrik Yeouido yang merupakan sebuah pulau yang lokasinya berada di tengah kota Seoul. Menurut situs Visit Korea, area ini menjadi pusat bisnis, destinasi belanja dan hiburan yang dijadikan satu lokasi.


Yeouido


Dalam distrik Yeouido, banyak gedung-gedung tinggi mirip seperti pulau Manhattan di kota New York, Amerika Serikat. Dibangun perkantoran, hotel mewah dan pusat perbelanjaan ramah lingkungan The Hyundai Seoul.

4. Distrik Yangcheon


Distrik Yangcheon boleh dibilang kawasan padat penduduk di Kota Seoul. Di area ini terdapat wilayah Mok-dong yang dihuni oleh rakyat golongan menengah dan atas. Pada distrik Yangcheon ada pula Hyundae yang merupakan mall besar di Kota Seoul. 

Yangcheon


Sumber artikel :

Yuda, Wenika. 2018. Panduan Wisata Korea: Seoul, Nami Island & Jinhae. Penerbit Buana Ilmu Populer : Jakarta

Visitkorea.or.id  

Food

Food

Entertainment

Food

Edukasi