5 Istana Kerajaan Megah di Seoul, Korea Selatan

5 ISTANA KERAJAAN MEGAH DI SEOUL - Tidak hanya merupakan ibu kota pertama di Korea, Seoul ternyata juga merupakan rumah bagi 5 istana kerajaan di Korea Selatan. Kota dengan estimasi penduduk mencapai 9,7 juta jiwa ini, memang memiliki sejarah yang panjang.


Dilansir dari Britannica.com, Kota Seoul telah ada jauh sebelum Negara Korea Selatan berdiri. Kota ini telah menjadi pusat kota sejak era dinasti Joseon. 

Dulunya Kota Seoul dikenal dengan nama Hansong dan Gyeongsong. Sebelum akhirnya negara Korea Selatan resmi berdiri pada tahun 1948. Kota ini pun berubah nama menjadi Seoul.  

5 Istana Kerajaan Megah di Seoul, Korea Selatan

Dikarenakan sejarahnya yang panjang, tak heran kalau di kota Seoul menjadi rumah bagi lima istana kerajaan megah di Korea Selatan. Kali ini saya akan mengajak sobat untuk jalan-jalan literasi mengelilingi Kota Seoul. Berikut ulasan mengenai lima kerajaan megah yang berdiri di Kota Seoul:

Istana Gyeongbokgung

Istana Gyeongbokgung terletak di daerah Jongno, kira-kira lima menit berjalan kaki dari stasiun Gyeongbokgung. Lokasi Gyeongbokgung terdapat di sebelah utara Kota Seoul. Tepatnya di bawah kaki gunung Bukak. 

Kenyataannya, istana ini merupakan istana yang terbesar di Korea Selatan. Luasnya sekitar 410 meter, terdapat 330 bangunan dengan 5792 kamar di dalamnya.


Jika kita sering menonton drama Korea, apalagi yang berbau kolosal alias bertema kerajaan, bisa dipastikan kerajaan ini akan sering dipertontonkan. Selain menjadi lokasi syuting drama, tentunya istana Gyeongbokgung menarik minat para wisatawan.

Dari segi arsitektur, istana yang mengalami dua kali proyek perbaikan besar-besaran oleh pemerintah Korea Selatan ini menunjukkan kesederhanaan. Gyeongbokgung dibuat tanpa ada dekorasi yang berlebihan. Hal ini sejalan dengan filosofi masyarakat konghucu yang menjadi ideologi Korea Selatan.

Gyeongbokgung dibangun pertama kali pada tahun 1394 di bawah pemerintahan raja Lee Song Gye. Dulu pada saat pertama kali dibangun, istana ini tidak begitu luas. Hanya ada sekitar 390 kamar. Memiliki sejarah panjang, sehingga terdapat banyak kejadian yang membuat istana ini mengalami banyak perombakan. 
Dari segi arsitektur, istana Gyeongbok ini menunjukkan kesederhanaan. Gyeongbokgung dibuat tanpa ada dekorasi yang berlebihan. Hal ini sejalan dengan filosofi masyarakat konghucu yang menjadi ideologi Korea Selatan.


Istana Changdeokgung

Changdeokgung Palace resmi terdaftar sebagai satu-satunya istana di Korea Selatan yang masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO. Didirikan pada tahun 1404 oleh raja Taejong yang juga menjadi raja ketiga dinasti Joseon. Sang raja sering tinggal di istana ini. 


Kalau Gyeongbokgung yang terkenal dengan istana terbesar, maka Changdeokgung memiliki luas dua kali lipatnya. Bentuk asli istana ini tetap dipertahankan dan merupakan yang terbaik dari lima istana lainnya hingga sekarang. 
Istana ini juga terletak di daerah Jongno.

Merupakan tempat tinggal keluarga kerajaan Korea hingga akhir abad ke-20. Alasannya karena istana ini relatif lebih sepi daripada Gyeongbokgung. Changdeokgung jauh dari pusat pemerintahan. Berbeda sekali dengan Gyeongbokgung yang dikelilingi oleh gedung-gedung pemerintahan Korea. 

Istana Deoksugung

Awalnya merupakan rumah Jo Young Dal, seorang pemberontak pada masa pemerintahan raja Yejong. Lalu rumah itu disita oleh kerajaan dan dijadikan hunian sementara raja Seonjo. Bangunan ini pun dinamakan Yeongyeonggung.


Pada masa pemerintahan raja Gojong, istana Yeongyeonggung diubah namanya menjadi Deoksugung. Penamaan tersebut mengandung pengharapan panjang umur untuk raja Gojong. Ia pun menjadikan istana Deoksugung sebagai tempat tinggal pribadinya.

Deoksugung terletak di daerah Junggu. Dulunya istana ini pernah mengalami kebakaran hebat pada tahun 1904. Akibatnya bangunan di sini mengalami perombakan. Hingga menghilangkan identitas arsitektur aslinya karena dibangun bangunan yang bergaya kebarat-baratan. 


Istana Changgyeonggung

Changgyeonggung merupakan istana peninggalan dari Dinasti Joseon. Dibangun pertama kali pada tahun 1418 oleh raja Taejong dan menjadi rumah kediamannya. Lokasi istana Changgyeonggung terletak di sebelah timur istana Changdeokgung. 



Setelah turun tahta, sang anak raja Sejong mengganti namanya menjadi Susanggung yang mengisyaratkan perdamaian dan kemakmuran untuk ayahnya. Kemudian berubah lagi menjadi Changgyeong yang berarti makmur dan menguntungkan.

Di sini terdapat tiga bangunan istana tertua yang tergolong penting dan berharga yaitu Myeongjeongjon, Myeongjongmun dan Honghwamun. Ketiga bangunan ini memiliki arsitektur yang mengagumkan. 


Istana Gyeonghuigung

Pertama kali istana ini memiliki nama Gyeongdokgung. Lokasinya berada di sebelah barat istana Changdeokgung. Berdiri pada tahun 1617 pada masa pemerintahan raja Gwanghaegun dari dinasti Joseon.



Dari segi tata letak bangunannya, istana ini berbeda dari istana Gyeongbokgung. Pembangunannya mirip seperti Changdeokgung, dibuat tidak terlalu formal. Aula utama disebut Sungjeongjeon yang dikelilingi oleh pintu-pintu gerbang.

Sempat dihancurkan dan berubah fungsi menjadi sekolah pada masa pemerintahan Jepang, pada istana Gyeonghuigung terdapat beberapa perubahan. Meski demikian, ciri khas bangunan aslinya sebisa mungkin dipertahankan.  

Itulah 5 istana kerajaan megah di Kota Seoul, Korea Selatan. Ohya arti gung () sendiri dalam Bahasa Korea berarti kerajaan. Makanya jangan heran kalau kelima kerajaan di atas diakhiri dengan kata tersebut. :)

 
Source: 

http://encykorea.aks.ac.kr/
https://namu.wiki/

Posting Komentar untuk "5 Istana Kerajaan Megah di Seoul, Korea Selatan"